Konstruksi Jembatan Memiliki Fungsi, Super Struktur, dan Sub Struktur

Jasa Konstruksi - 8 May 2019, By antwar

Konstruksi jembatan yaitu suatu konstrusi yang dibangun untuk mengaitkan dua jalan yang terputus sebab adanya hambatan seperti aliran sungai, jurang yang terjal, lembah, jalur yang melintang, jalanan kereta api, waduk, saluran irigasi dan lainnya. Dapat dibilang bila jembatan yaitu sarana transportasi yang sungguh-sungguh penting, sebab dengan adanya jembatan bisa menyingkat waktu tempuh ke suatu daerah atau kawasan.
Dalam pembangunan jembatan tentunya diperlukan pondasi yang kuat dengan tujuan untuk membendung semua muatan jembatan ke dasar tanah. Sebagian instrument yang lazim diaplikasikan dalam pembangunan pondasi jembatan adalah piezometer, inclinometer, PDA, dan lainnya.
Tipe pondasi yang lazim diaplikasikan untuk konstruksi jembatan adalah steel pile, reinforced concrete pile, precast prestressed concrete pile, composite piles, concrete cast in place. Dengan pondasi yang kuat karenanya jembatan dapat berfungsi dengan sesuai dan dapat membendung muatan yang diterima.
Fungsi Jembatan
Menurut fungsinya, jembatan terbagi menjadi sebagian variasi adalah :
1. Jembatan Jalan Raya (Highway Bridge)
Cocok dengan namanya, jembatan ini dibangun untuk sarana transportasi pelbagai kendaraan seperti jembatan Ampera, Jembatan Suramadu, Jembatan Ampera dan lainnya.
2. Jembatan Jalan Kereta Api (Railway Bridge)
Jembatan ini dibangun khusus untuk jalanan kereta api yang terhubung antar kota maupun antar pulau.
Jembatan Pejalan Kaki/Penyebrangan ( Pedestrian Bridge)
Teladan jembatan ini sering kali kali kita lihat di jalanan penyebrangan maupun di tiap tempat pemberhentian busway.
Meskipun bahan baku pembuatan jembatan terbagi menjadi sebagian variasi adalah beton, kayu, beton prategang, baja dan komposit. Bahan konstruksi tiap jembatan disesuaikan dengan fungsi dan tingkat muatan yang akan diterima jembatan.
konstruksi jembatan
Struktur pada Jembatan
Seandainya dipandang dari variasi strukturnya, jembatan bisa dibedakan menjadi sebagian variasi, diantaranya merupakan :
1. Jembatan Plat (slab bridge) : Unsur struktur horizontal yang berfungsi untuk menyalurkan muatan mati maupun muatan hidup menuju rangka penyokong vertical dari suatu cara struktur.
2. Jembatan Plat Berongga (voided slab bridge) : plat beton prategang yang lazim diaplikasikan untuk rentangan yang lebih panjang pada jembatan.
3. Jembatan Gelagar (girder bridge) : terdiri dari I girder, box girder dan U/V Girder.
Jembatan Rangka (truss bridge) : membentuk tiang-tiang jembatan yang berupa rangka menyusun segitig. Tiap-tiap sturktur truss yang terhubung mesti ditekankan kepada muatan statis dan muatan dinamis yang diterima oleh jembatan.
4. Jembatan Pelengkung (Arch Bridge) : Sebuah jembatan yang terdapat struktur berbentuk separuh lingkaran dengan abutmen pada kedua sisinya.
5. Jembatan Gantung (Suspension Bridge) : Berfungsi sebagai pemikul lantas muatan lalu lintas yang melalui jembatan hal yang demikian. Semua muatan yang melewati di atasnya dibendung oleh sepasang kabel pembendung yang bergantung di atas 2 pasang menara dan 2 pasang blok angkur.
6. Jembatan Kabel ( Cable Stayed Bridge) : mengaplikasikan kable baja yang kuat dan kokoh untuk membendung tiap muatan yang melalui jembatan.
Bagian yang Dipakai pada Jembatan
7. Bearing
Bantalan yang berfungsi untuk mengurangi pergesekan pada benda yang bergerak secara linear maupun rotasi.
8. Expansion Joint
Bagian ini yaitu sambungan yang bersifat flexible sehingga saluran yang disambungkan mempunyai toleransi untuk bergerak.
9. Span
Rentangan yang berada antara dua intermediate penyokong, material yang diaplikasikan untuk pembuatan span sungguh-sungguh pelbagai seperti beton, baja, kayu, dan lainnya tergantung dari ragam muatan yang diterima jembatan.
kontraktor jembatan
Struktur Atas Jembatan (Super Struktur)
1. Trotoar
Trek untuk pejalan kaki yang lazimnya diciptakan lebih tinggi namun konsisten sejalan dengan jalan utama, tujuannya supaya pejalan kaki lebih aman dan dapat dipandang terang oleh pengendara yang melintas.
2. Girder
Komponen pada struktur atas yang berfungsi untuk menyalurkan muatan kendaraan pada komponen atas ke komponen bawah atau abutment.
3. Balok Diafgrama
Komponen penopang dari gelagar-gelagar jembatan yang memanjang dan cuma berfungsi sebagai balok penopang lazim bukan sebagai pemikul muatan plat lantai.
jasa konstruksi jembatan
Struktur Bawah Jembatan (Sub Struktur)
1. Abutment
Komponen bawah jembatan yang berada pada kedua ujung pilar-pilar jembatan, fungsi dari abutment adalah untuk membendung semua muatan hidup (angin, hujan, kendaraan, dan lain-lain) dan muatan mati ( muatan gelagar, dan lain-lain) pada jembatan.
Fungsinya untuk mengikat pile yang berperan sebagai pondasi bawah.
Konstruksi jembatan yang telah selesai dibangun mesti melalui tahap pengujian muatan atau load test, tujuannya untuk mengenal tingkat maksimum muatan yang dapat diterima oleh jembatan. Kecuali itu, jembatan juga mesti dipantau kontraktor dengan structural health monitoring system (SHMS) supaya saat terjadi keretakan maupun pergeseran dapat lantas dikenal.

Konstruksi Jembatan Memiliki Fungsi, Super Struktur, dan Sub Struktur | antwar | 4.5