Undang Undang Jasa Konstruksi Beberapa Mengatur Jasa Konstruksi

Jasa Konstruksi - 7 June 2019, By kontraktor

Undang undang jasa konstruksi digunakan sebagai alat untuk mengawasi jalannya proses pembangunan suatu proyek. Pada prakteknya terdapat perubahan dalam peraturan perundangan yang mengatur jasa konstruksi. Yaitu undang-undang No. 2 Tahun 2017 sebagai pengganti Undang-undang No.18 tahun 1999 yang berhubungan dengan sanksi terhadap kegagalan suatu proyek bangunan. Berdasarkan rekam jejak konstruksi di negara kita, kasus gagalnya suatu proyek yang sering terjadi adalah robohnya jembatan. Hal ini pernah terjadi pada beberapa tahun yang lalu. Selain itu pengenaan sanksi juga diberlakukan kepada penanggung jawab proyek jembatan tersebut.
Berdasarkan undang undang jasa konstruksi tahun 1999, yang dimaksud kegagalan suatu proyek pembangunan adalah: Suatu keadaan dari bangunan, ketika sudah mengalami proses serah terima dari penyedia jasa konstruksi kepada pengguna tidak memiliki fungsi yang sebagaimana mestinya baik secara sebagian maupun menyeluruh berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku yaitu kontrak kerja dan adanya penggunaan yang tidak sesuai dikarenakan kesalahan dari pihak penyedia jasa.
Selain itu pada undang undang jasa konstruksi tahun 2017, bangunan dikatakan mengalami kegagalan jika mengalami kondisi berikut ini: bangunan mengalami keruntuhan ketika jasa konstruksi diserahkan.
Pihak-pihak yang bertanggung jawab jika bangunan gagal dioperasikan yaitu penyedia jasa serta pengguna jasa. Sesuai dengan undang undangtahun 2017, tanggung jawab ditanggung pihak penyedia jasa jika bangunan yang dihasilkan tidak memenuhi standart keamanan, kesehatan, keselamatan, dan keberlangsungan dari bangunan itu sendiri pada masa mendatang.
Jika dilihat dari sisi Pengguna Jasa maka tanggung jawab dibebankan kepada mereka jika bangunan gagal difungsikan ketika sudah lewat dari jangka waktunya.
Berlakunya undang undang tahun 1999 dan juga UU Jasa Konstruksi tahun 2017 memberikan suatu kesadaran kepada kita bahwa jasa konstruksi ketika dilaksanakan mengandung tingkat kompleksitas yang tinggi. Sehingga jika terjadi suatu kegagalan fungsi bangunan,maka dibutuhkan beberapa pihak yang secara objektif bertanggung jawab akan hal itu. Selain itu pemeriksaan dan pengawasan mulai dari pra pembangunan proyek sampai hasil akhirnya, harus dipertimbangkan dengan matang dan bijak.

Undang Undang Jasa Konstruksi Beberapa Mengatur Jasa Konstruksi | kontraktor | 4.5