CV Kontraktor Bagaimana Cara Mendirikan Yang Benar Dan Tepat

CV kontraktor merupakan jasa bidang pembangunan yang sering dicari oleh perusahaan-perusahaan untuk membantu proses pembangunan yang sudah direncanakan. Namun, legalitas menjadi kunci utama agar kontraktor tersebut dipilih, apalagi mengejarkan proyek besar. Karena itulah, mendirikan CV kontraktor sangat penting dilakukan agar sah secara hukum dan semakin dipercaya masyarakat.
Bagi Anda yang ingin mendirikannya tapi masih bingung, berikut cara-cara yang perlu Anda lakukan.
1. Persiapan
Dalam persiapan ini, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu biaya admin dan bagaimana cara membayarnya, mengetahui prosedurnya, serta melengkapi persyaratannya. Sebaiknya Anda datang langsung ke notaris agar mereka bisa membantu Anda mendirikan CV untuk kontraktor.
2. Mengajukan nama perusahaan
Anda perlu memberikan formulir pendirian CV dan surat kuasa ke pihak notaris. Selain itu, berikan juga fotocopy KK pemimpin perusahaan dan KTP para pendiri serta pengurusnya.
3. Pembuatan akta
Anda tidak perlu lagi mengurus hal ini karena sudah diurus oleh pihak notaris yang Anda pilih. Anda hanya tinggal menunggu persetujuan dari menteri HAM dan kehakiman Indonesia.
CV Kontraktor
4. Surat keterangan domisili
Anda perlu mengurus surat keterangan domisili yang bisa diproses di kantor kelurahan yang harus Anda sesuaikan dengan alamat kantor perusahaan Anda. Biasanya prosesnya membutuhkan waktu 2 hari jika Anda memberikan semua persyaratannya, seperti fotocopy bukti PBB atau PPN, sewa, maupun kontrak tempat Anda membuka jasa kontraktor.
5. NPWP
Daftarkan NPWP Anda ke Kepala Kantor Pelayanan Pajak yang disesuaikan dengan alamat kantor Anda. Syarat-syaratnya yaitu fotocopy akta pendirian terakhir, fotocopy KTP, serta SK tempat usaha yang diberikan oleh lurah ataupun kepala desa.
6. Permohonan pengesahan Anggaran Dasar Perseroan
Permohonan ini diproses selama 25 hari kerja. Syarat yang harus dipenuhi yaitu bukti setor bank, bukti PNBP, serta akta asli pendirian.
7. Permohonan SIUP
SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan perlu Anda ajukan ke dinas Perdagangan di kota, kabupaten, ataupun provinsi yang disesuaikan dengan alamat kantor Anda.
8. TDP
TDP atau Tanda Daftar Perusahaan perlu Anda ajukan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang sesuai dengan alamat Kantor Anda.
9. Permohonan SKT, KTA, dan SBU
SKT menjadi bukti bahwa perusahaan Anda bertanggung jawab atas pelaksanaan kontruksi, sedangkan KTA sebagai kartu tanda anggota asosiasi. Yang terakhir adalah SBU yang menjadi surat badan usaha agar perusahaan Anda sah terdaftar legal oleh negara.
Proses-proses tersebut memang cukup rumit dan Anda membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggunya. Namun, kalau Anda memang niat membuka bisnis Kontraktor HVAC, ada baiknya Anda jadikan perusahaan Anda ke CV.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel