Kontraktor Gedung Jakarta Bagaimana Sistem Pembayaran Kontraktor

Berbicara mengenai kontraktor gedung jakarta, rasanya banyak sekali aspek mengenai pekerjaan itu yang harus diketahui. Terlebih jika Anda memiliki rencana untuk membuat bangunan dalam waktu dekat. Dengan mengetahui apa saja mengenai kontraktor, maka proyek Anda bisa berjalan dan selesai dengan lancar. Kontraktor sendiri memiliki spesialisasi masing-masing. Ada kontraktor perumahan, perkantoran, gudang, serta kontraktor gedung Jakarta pada umumnya. Kontraktor biasanya akan melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak pembantu seperti misalnya suplier material bangunan maupun desainer interior. Kemudian Anda juga perlu tahu mengenai sistem pembayarannya. Sebuah atau seorang kontraktor biasanya memiliki sistem pembayaran bertahap atau termin. Akan tetapi ada juga yang melakukan pembayaran dengan metode cost and fee. Semuanya tergantung pada kesepakatan antara kontraktor dengan pemilik proyek.
Untuk sistem pembayaran kontraktor gedung Jakarta dengan cara termin maka akan ada empat buah tahapan yang dilalui. Semuanya akan dibayar sesuai dengan kemajuan proyek yang dikerjakan. Pada umumnya sebelum memulai pengerjaan maka klien akan diminta untuk membayar DP atau Down Payment. DP sering pula disebut sebagai uang muka. Jumlah uang muka itu biasanya berkisar 30% dari nilai kontrak yang disepakati. Apabila uang muka telah dibayarkan maka proses pengerjaan akan segera dimulai. Setelah pekerjaan mencapai jumlah 50%, maka pembayaran tahap dua akan terjadi. Untuk pembayaran selanjutnya biasanya akan disesuaikan dengan kesepakatan awal antara klien dan kontraktornya.
Kontraktor Gedung Jakarta
Pembayaran terakhir akan terjadi saat proyeknya telah diselesaikan. Biasanya sebagai garansi maka akan ada penahanan dana sebesar 10% dari nilai kontraknya. Kemudian untuk sistem pembayaran cost and fee maka Kontraktor Bangun Rumah dapat berperan sebagai pengelola dari proyek yang diberikan. Upah atau fee bagi kontraktor besarnya adalah 10% dari nilai kontrak. Jika menggunakan sistem ini maka kontraktor akan menyiapkan sendiri jadwal beserta anggaran yang menjadi perkiraannya. Jadi setiap bulannya klien bisa tahu seberapa banyak anggaran yang dicanangkan. Karena melihatnya dalam hitungan bulan maka jumlahnya bisa berbeda-beda tergantung pengerjaannya. Demikianlah penjelasan mengenai sistem pembayaran kontraktor gedung Jakarta. Dengan mengetahui informasi ini maka Anda bisa mengira-ira sendiri jenis atau sistem pembayaran apa yang paling cocok dengan proyek yang akan dibuat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel