Kontraktor Konstruksi Berikut Alur Kerja, Tugas, Dan Tanggung Jawab

Kontraktor konstruksi sebagai sebuah jasa saat ini sudah banyak sekali macamnya. Paling tidak ada 6 tipe kontraktor yang bisa Anda temukan, yaitu kontraktor arsitektur, elektrikal, mekanikal, sipil, dan kontraktor tata lingkungan. Untuk skala pembangunan besar, biasanya kontraktor akan memiliki sub-sub sendiri untuk tiap bagian tersebut sehingga pekerjaan menjadi jauh lebih efektif. Dalam hal ini, kontraktor pusat pemegang kontrak dengan pihak klien selanjutnya dinamakan kontraktor konstruksi. Kontraktor pusat inilah yang nantinya akan membagi-bagi tugas proyek kepada sub-sub kontraktor di bawahnya. Untuk lebih jelasnya mengenai alur kerja kontraktor, simak penjelasan berikut.
Pada tahap awal pembangunan, kontraktor pusat akan menentukan desain keseluruhan terlebih dahulu. Kontraktor akan menyiapkan konsultan perencana yang nantinya akan menyelesaikan desain awal dari keseluruhan bangunan. Selanjutnya, hasil rancangan awal tersebut akan dianalisa lagi oleh kepala atau manajer proyek. Dari manajer proyek, perintah kemudian diturunkan ke masing-masing divisi terkait yang mencakup sub kontraktor yang dibutuhkan, yaitu kontraktor arsitektur, elektrikal, sipil, dan lain sebagainya. Semua pekerjaan tersebut masih dalam ruang lingkup struktur teratas, dan dikerjakan di kantor masing-masing. Dari manajer proyek setiap sub kontraktor, kemudian perintah diturunkan ke pengawas lapangan atau juga biasa disebut mandor proyek. Tugas kontraktor konstruksi sampai tahap ini adalah sebagai pengawas dari jalannya proyek yang dilaksanakan oleh siap sub kontraktor.
Kontraktor Konstruksi
Mandor proyek selanjutnya melakukan pekerjaan lapangan untuk mengawasi para pekerja seperti kuli, tukang batu, dan tukang lainnya. Namun dalam hal ini, mandor tidak bekerja sendiri, ada perwakilan dari setiap sub kontraktor yaitu konsultan pengawas yang siap memantau berjalannya proyek di setiap sub divisi Jasa Konstruksi Jembatan. Selain bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek, kontraktor pusat juga harus siap bertanggung jawab terkait dengan alur pendanaan, logistik, pasokan material, sampai kepada dampak dan keamanan lingkungan. Semua hal tersebut harus clear terlebih dahulu sebelum proyek bisa dijalankan.
Kurang lebih itulah alur kerja, tugas, sekaligus tanggung jawab kontraktor konstruksi yang seharusnya dijalankan sesuai dengan prosedur. Anda sebagai klien bisa langsung meminta pertanggungjawaban kepada kontraktor yang bersangkutan terkait demam kemajuan pembangunan harian, sampai dengan laporan akhirnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel