Kontraktor Mechanical Elektrical Plumbing Berikut Pekerjaan Kontraktor

Dalam suatu kontraktor mechanical elektrical plumbing, sistem elektrikal menjadi bagian yang sangat penting untuk menunjang semua aktivitas di dalam bangunan tersebut mulai dari lampu, sistem cctv, lift, sistem penangkal petir dan lainnya.
Pemasangan semua sistem elektrikal dilakukan oleh kontraktor MEP (Mechanical Electrical Plumbing). Kontraktor ini memiliki job desk memasang berbagai jenis instalasi listrik di dalam bangunan seperti Gedung, rumah sakit, perumahan dan lainnya.
Berikut ini pekerjaan yang dilakukan Kontraktor MEP (Mechanical Electrical Plumbing) :
1. Pemasangan Elektrikal Arus Kuat
Pekerjaan ini lebih ke arah pemasangan instalasi listrik yang tegangannya cukup tinggi diantaranya pemasangan panel listrik tegangan tinggi dan tegangan rendah, kabel daya, panel distribution box (IDP/SDP/SSDP), stop kontak, kabel grounding, sistem penangkal petir dan instalasi penerangan.
2. Pemasangan Elektrikal Arus Lemah
Setelah dilakukan pemasangan sistem elektrik untuk arus kuat, selanjutnya mengintegrasi dengan sistem elektrikal arus lemah. Beberapa contohnya yaitu cctv, alarm kebakaran, bell, sistem telepon terintegrasi, sistem data, sistem MATV, sistem kunci pintu otomatis, dan lainnya.
3. Pemasangan Mekanikal
Sedangkan  untuk mekanikal ini khusus untuk memasang instalasi yang berhubungan dengan mesin berukuran besar seperti lift dan escalator. Untuk instalasi mekanikal ini berbeda dengan instalasi listrik pada umumnya karena harus terintegrasi beserta fungsi kontrol seperti on/off dan naik turun pada escalator serta pemasangan tombol lantai pada lift.
Kontraktor Mechanical Elektrical Plumbing
4. Pengerjaan Plumbing
Selanjutnya proses pemasangan pemasangan pipa yang biasanya terapat pada Jasa Kontraktor di Jakarta, rumah sakit, rusun dan sejenisnya. Adapun jenis pipa yang dipasang diantaranya adalah pipa air bersih dan air kotor, pipa sanitasi, pipa udara dan pipa pembuangan air hujan.
Biasanya pipa yang digunakan berupa pipa PVC dan pipa galvanis. Sedangkan untuk pipa saluran air panas dan dingin menggunakan jenis pipa PPR.
Sedangkan untuk pipa saluran air khusus pemadam kebakaran atau fire hydrant yang warnanya merah, biasanya menggunakan sistem pemipaan khusus. Jenis pipa yang biasa digunakan yaitu pipa besi SCH 40 untuk aliran air.
Demikian beberapa jenis pengerjaan kontraktor MEP (Mechanical Electrical Plumbing). Semoga dapat menambah wawasan Anda seputar dunia konstruksi bangunan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel