Kontraktor Proyek Konstruksi Sistem Makelar Proyek Dan Borongan

Setiap kontraktor proyek konstruksi pastinya ingin sukses. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak menginginkan kesuksesan. Bagi Anda yang merupakan seorang pemula dalam bidang kontruksi dan Anda berharap ingin menjadi kontraktor proyek konstruksi yang sukses, maka sangat penting bagi Anda untuk memiliki strategi dalam tata laksananya.
Dalam konstruksi suatu proyek, ada beberapa sistem yang harus dijalankan. Bahkan tidak punya modal besar pun bukan menjadi suatu masalah ketika sistem tersebut Anda jalankan. Berikut sistem kontraktor proyek konstruksi yang bisa dijalankan untuk Anda yang merasa ingin menjadi seorang kontraktor namun terkendala modal. Cek informasinya di bawah ini!
1. Sistem Kontraktor proyek konstruksi yang Tidak Punya Modal Besar
Sistem makelar proyek
Secara yuridis, sistem dalam pembangunan proyek sebenarnya tidak ada sistem kontraktor proyek konstruksi dalam bentuk makelar atau mafia semacam ini. Kontraktor bangunan dengan model tersebut, sepintas tampak tidak perlu modal. Jadi cukup memiliki koneksi saja, maka bisnis Anda sebagai makelar proyek akan lancar.
Kontraktor Proyek Konstruksi
2. Sistem borongan kerja
Cara kerja dalam sistem borongan kerja untuk kontraktor proyek konstruksi sangat simple. Pemborong nantinya akan dibayar untuk mengerjakan bangunan sampai selesai. Pembayaran biasanya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemajuan bangunan yang sedang dikerjakan. Sementara untuk urusan penyediaan bahan menjadi urusan bagi pihak klien.
Peran kontraktor sendiri dalam sistem ini lebih mirip mandor. Mereka bertugas hanya untuk mengakomodir tukang dan kuli bangunan yang mereka tugaskan saja. Biasanya, sistem ini berlaku di kalangan pemborong kecil yang hanya melayani jasa renovasi atau bangunan rumah perorangan.
3. Sistem borongan total
Jika Anda sudah sukses menjadi pemborong kecil, maka langkah yang selanjutnya adalah naik level menjadi Kontraktor HVAC besar yang menganut sistem borongan total. Ini artinya bahwa semua urusan mulai dari urusan tenaga kerja, sampai bahan Anda yang mengurus semuanya.
Jadi selain Anda harus punya kemampuan layaknya seorang pemborong kerja seperti yang sudah dijelaskan, maka Anda juga harus menguasai kemampuan lebih kompleks.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel