Kontraktor Proyek Tahapan Perencanaan Perancangan Pelaksanaan

Berbagai jenis kontraktor proyek bangunan yang sering Anda lihat seperti gedung bertingkat, sekolah, rumah sakit, jalan raya, jembatan dan lainnya merupakan karya para kontraktor proyek. Mereka mengerjakan berbagai jenis proyek konstruksi baik itu dari pemerintah ataupun pihak swasta.
Secara pengertian, proyek konstruksi adalah aktivitas pembuatan bangunan yang sudah ditentukan rencana, dana yang dibutuhkan, sumber daya manusia dan juga batas waktu pengerjaannya.
Didalam pengerjaan konstruksi tentunya ada berbagai resiko dan kemungkinan yang tidak terduga yang harus dihadapi. Adapun jenis konstruksi yang dibuat diantaranya adalah perumahan, konstruksi sipil (terowongan, jembatan, jalan raya, pelabuhan, dll), gedung, dan konstruksi industri (pabrik otomotif, kilang minyak, pabrik batu bara, dll).
Berikut ini tahapan yang harus dilakukan oleh kontraktor proyek :
Membuat Perencanaan
Tahap pertama yaitu membuat perencanaan sebagai gambaran untuk pengerjaan proyek nantinya. Adapun tahapan yang harus dilakukan diantaranya adalah survey tempat atau lokasi, membuat studi kelayakan, membaut RAB,dan membuat master plan.
Kontraktor Proyek
Membuat Perancangan
Setelah perancanaan dibuat dengan matang, maka proses selanjutnya membuat perancangan atau design yang terbagi menjadi 3 macam yaitu : Premilinary Design, Design Development, Final Design dan Construction Document. Proses perancangan ini dikerjakan biasanya dikerjakan oleh arsitek.
Tender
Tender merupakan proses berupa lelang untuk pemilihan pengadaan kontraktor, barang dan juga konsultan yang nantinya akan menjalankan proyek yang disediakan oleh owner.
Construction (Pelaksanaan)
Nantinya pemenang tender akan mendapatkan Surat Perintah Kerja (SPK) keluar dan surat kontrak yang sudah ditandatangani. Setelah mendapatkan kedua surat tersebut maka bisa masuk ke proses pengerjaan.
Selain memahami tahapan yang harus dilakukan, para Kontraktor Kolam Renang juga harus mengetahui resiko yang akan dihadapi seperti adanya biaya yang tidak terduga, pengerjaan yang tidak tepat waktu, tenaga kerja yang sulit diatur hingga adanya masalah hukum dan sosial.
Setiap kontraktor proyek tentunya harus sudah memahami semua tahapan diatas beserta resiko yang akan dihadapi sehingga nantinya proyek yang dikerjakan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sehingga baik kontraktor ataupun owner sama-sama merasa puas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel